Sejak 1988 Gua di NTT Sudah Dikelola

Sejak 1988 Gua di NTT sudah dikelola dengan Baik

Nusa Tenggara Timur mempunyai keelokan alam yang tidak kalah atas Bali atau Lombok dengan tempat wisata Gua NTT yang sudah dikelola dengan baik.

Bahkan juga, ada banyak kekuatan rekreasi yang penting ditingkatkan hingga pas nih untuk kamu yang pengin berlibur hebat dengan rintangan tetapi menentramkan.

Sejak 1988 Gua di NTT Sudah Dikelola

Kecuali pantai, daerah tradisi dan danau, ada gua NTT elok yang eksotis yang dapat kamu datangi dan sudah di kelola. Apa lagi untuk kamu yang menyukai susur gua sekalian mendalami keelokannya. Tidak hanya kolam alami, tetapi juga ada warisan riwayat yang jadi objek riset sampai sekarang.

Baca Juga: Pulang dari Malang Mampir ke Tempat ini

Wisata Gua NTT Tidak Boleh Di Lewatkan

Pengin mendalami keeksotisan di Nusa Tenggara Timur? Di bawah ini jejeran Gua di NTT Sudah Dikelola dan jangan kamu lewatkan.

  1. Gua Rangko, Manggarai Barat

Gua Rangko jadi salah satunya tujuan opsi seterusnya yang tidak bisa dilewati saat ke Labuan Bajo. Kamu akan disajikan cantiknya pemandangan alam sepanjang perjalanan dari Labuan Bajo ke arah gua Rangko.

Kamu harus menyeberang ke pulau Gusung, tempat Gua Rangko ada. Tenang saja, ada beberapa warga di tempat yang sewakan perahu. Ini jadi penghasilan tambahan saat mereka tidak sedang memburu ikan.

Sesampai di gua Rangko, kamu akan disajikan ‘kolam pribadi’ yang tenang dan warna kebiruan. Dangkal dan jerih, kamu dapat menyaksikan object yang berada di bawah kolam. Kamu juga dapat berenang dan nikmati keelokan stalagtitnya. Bonus untukmu, dapat berjemur dan nikmati cantiknya pantai di pulau Gusung.

  1. Gua Kristal, Kupang

Berpindah ke Kota Kupang, Gua Kristal NTT sudah dikelola jadi salah satunya tujuan rekreasi kebanggaan warga di tempat. Gua itu berada di Dusun Bolok, Kecamatan Kupang Barat yang dapat kamu menempuh seputar 30 menit dari pusat perkotaan. Posisinya juga gampang diketemukan. Cukup ke arah dermaga Bolok dan parkirkan kendaraan di seputar Pos Polisi Air Bolok. Lantas, berjalan seputar 500 mtr. ke arah gua.

Tidak kalah dari mulanya, gua Kristal menyediakan kolam alami yang jernih dan warna biru. Yakinkan kamu bawa senter atau sewa layanan dari pemandu untuk dapat nikmati keelokan gua. Senter itu dapat menolongmu memberi dampak memikat untuk water fotografi. Saat siang hari, kamu bisa juga memperoleh spot photo ray of light yang instagramable.

  1. Gua Letbaun, Kupang

Masih di daerah kota Kupang, gua Letbaun menjadi pilihan tujuan rekreasi kecuali gua Kristal yang lebih dikenali. Kamu harus menyeberang memakai perahu ke arah pulau Seenak untuk sampai di Dusun Letbaun, Kecamatan Seenak Utara. Ada tiga gua yang jauh dengan kolam alami, ke-3 nya disebutkan gua Letbaun.

Antiknya, tiap gua tawarkan keelokan yang lain. Gua pertama, berada terdekat dengan dusun tawarkan kolam alami sama air payau. Pasti kamu dapat menikmatinya dan berenang di kolam air payau itu.

Gua ke-2 sediakan kolam alami, tetapi air tawar. Bukan kelelawar sebagai penghuninya, tetapi malah burung walet. Kamu perlu kontribusi senter untuk pencahayaan saat dalam gua. Sedang gua ke-3 terletak dekat sama pantai dan perlu berjalan lebih jauh dari mulut gua, sebatas untuk nikmati kolam alami.

  1. Gua Liang Bua, Manggarai

Berpindah ke Manggarai, nama gua Liang Bua makin go-international sesudah ditemukan fosil Homo Floresiensis di situ. ‘Gua Hobbit’ juga jadi salah satunya panggilan untuk gua eksotis satu ini. Tidak hanya selaku tujuan rekreasi, gua ini jadi riset lho.

Bila di ke-3 gua awalnya kamu dapat bermain air, sekarang kamu dapat melihat warisan periode lalu di gua Liang Bua. Kecuali fosil manusia Flores, ada juga artefak batu dan tulang-tulang binatang yang umurnya capai beberapa puluh ribu tahun kemarin. Sedang gua Liang Bua diprediksi telah tercipta semenjak 190.000 tahun kemarin.

  1. Gua Mabala, Sabu Raijua

Berlainan dari semua gua awalnya yang kerap kali membutuhan senter untuk pencahayaan, jika kamu bertandang ke Gua Mabala malah dinding gua yang bermacam warna bisa dicicipi dengan bebas. Situasi semakin elok dan eksotis dengan akar beringin yang berada di seputar gua.

Jika kamu ingin ke gua Malaba, harus menyeberang dahulu ke pulau Sabu. Ya, pulau ini populer dengan rekreasi batu beragam warna yang disebutkan Kelabba Madja. Jadi tidaklah aneh jika dinding gua Malaba mempunyai warna yang tidak kalah menarik.

  1. Goa Monyet

Tempat piknik yang diatur oleh Pemerintahan Propinsi Nusa Tenggara Timur ini ada di Kelurahan Tenau, Kecamatan Alak, Kota Kupang, dan selalu ramai didatangi oleh beberapa pelancong atau warga di tempat sehari-harinya. Oh ya, posisinya gampang diketemukan kok, sebab berada di tepi jalan raya ke arah pelabuhan laut Tenau.

Nah, bila dari terminal kota Kupang, kalian dapat naik transportasi jalur Kupang-Tenau dengan keluarkan dana lebih kurang Rp10.000,-/orang sekali jalan. Atau mungkin dengan pilihan lain yakni sewa layanan ojek Rp20.000,- dan agen travel Rp50.000,-/orang. Habiskan waktu seputar 45 menit perjalanan, kalian akan datang di muka gapura Gua Monyet.

Beritanya, di sini ada 327 ekor monyet yang terdiri dari 4 barisan. Barisan paling banyak seputar 180 ekor, dan barisan paling kecil seputar 40 ekor. Tiap ini hari, penjaga di sini sediakan 8Kg jagung untuk dikonsumsi oleh beberapa monyet. Hmmm… jika saat ini kemungkinan semakin banyak ya gaes dengan mengikut jumlah monyetnya.

Meskipun monyet-monyet di sini termasuk jinak, sebaiknya kalian masih jaga barang bawaan atau ditinggalkan di mobil, ingat bagaimana juga ini masih masuk ke kelompok hewan buas. Sepanjang di dalam, kalian akan disuguhi dengan beberapa tindakan dan tingkah dari beberapa monyet dimulai dari bergelantung, meloncat dari 1 pohon ke pohon lain, berkejaran, bergulir dan menggendong anaknya. Ini jadikan panorama yang memikat perhatian beberapa pengunjung.

Menurut infonya , tempat piknik ini telah diatur dengan baik semenjak tahun 1988, hingga saat ini telah ada banyak lopo untuk beberapa pengunjung. Nah, bila kalian tiba ke sini, janganlah lupa untuk bawa beberapa makanan supaya bisa dikasih ke beberapa monyet seperti kacang-kacangan atau ubi dan pisang rebus.

  1. Gua Batu Cermin, Manggarai Barat

Goa Batu Cermin adalah objek rekreasi yang unik yang ada di Labuan Bajo. Dari namanya saja, Goa Batu Cermin seakan telah membuat ingin tahu. Disamping itu, Labuan Bajo umumnya dikenali dengan pantai dan Komodonya.

Ke Labuan Bajo tidak komplet tanpa telusuri Goa Batu Cermin. Saat masuk goa, pengunjung bisa menyaksikan cahaya matahari waktu siang hari masuk lewat celah-celah goa.

Cahaya akan dipantulkan oleh dinding-dingingnya hingga refleksi itu serupa seperti cahaya matahari yang membal di cermin. Itu penyebabnya, goa ini dinamakan batu cermin.

Tempat ini jadi ramai oleh beberapa pelancong yang bertandang pada pagi hari, seputar jam 9 sampai jam 10. Hal itu karena beberapa pengunjung pengin menyaksikan bagaimana dinding goa tampilkan refleksi cahaya matahari yang mengagumkan. Tetapi bukan hanya pagi, di jam berapa saja, goa ini masih disukai pengunjung sebab panoramanya yang cantik.

Di sekitar batu cermin ialah lingkungan alam yang asli, mempersejuk dan asri. Disekelilingnya ada panorama hutan-hutan yang rimbun. Dalam rimba, bukan hanya berbaga flora tetapi juga pengunjung bisa menyaksikan monyet dengan ekor panjang dan bermacam hewan liar yang lain yang bsa jadi object photografi.

Sebab goa batu cermin ialah lokasi yang pernah ada di bawah laut, karena itu dibagian dindingnya dapat disaksikan beberapa fosil koral, kura-kura, dan penyu. Pelancong yang bertandang dapat pelajari bagaimana beberapa bentuk makhluk hidup pada jaman jaman dulu. Fosil itu memiliki kandungan garam laut yang mencerminkan sinar.

Dibagian dalam goa ada juga stalaktit dan stalakmit. Sebab tempat goa yang cukup sempit, dibarengi ada stalaktit dan stalakmit, karena itu ada limitasi pengunjung yang masuk di dalamnya.

Goa NTT Yang Terkenal

Sekali tour akan memerlukan waktu seputar 30 menit dan cuman dapat dituruti oleh 10 pengunjung dan pemandu. Ada stalaktit dan stalakmit membuat kondisi goa benar-benar lembab.

Untuk ke arah tempat ini tidak susah. Dari pusat Labuan Bajo, posisinya cuman seputar 4 km saja. Bila dilakukan dengan berjalan kaki sekalian nikmati pemadangan sekitar, pelancong perlu waktu seputar 1 jam. Tetapi, ada warga lokal yang sediakan layanan angkutan berbentuk motor hingga waktu pintas cuman memerlukan waktu seputar 15 menit saja.

Itu barusan ke-7 gua yang elok yang eksotis di Nusa Tenggara Timur. Yakinkan kamu bawa perlengkapan seperti senter, beberapa obat, dan bekal individu. Disamping itu, awasi cuaca di tempat bila pengin berkunjung gua di beberapa pulau kecil yang jauh dari pulau khusus.